AplikasiAplikasi AndroidLife StyleSerba serbi

Fenomena “Bowo Alpenlibel” Sang “Tuhan” Kaum Tik Tok

Penulis sendiri baru mendengar keberadaan Tik Tok, dalam ceramah seorang ustadz pada Ramadan 2018. Pada ceramah sebelum pelaksanaan Salat Tarawih itu, Sang Ustadz bercerita tentang jamaah masjid dekat rumahnya yang kemarin malam mengusir beberapa anak remaja karena kedapatan merekam video Tik Tok di masjid.

“Tik Tok itu mengajarkan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender). Masak ada kata-kata, Aisyah cinta Jamilah. Ini kan mengajarkan LGBT,” kata Sang Ustadz. Ucapan Sang Ustadz ini pun membuat sejumlah kaum bapak dan ibu jamaah masjid, saling melihat. Beberapa remaja yang juga mendengar sepintas terlihat senyum-senyum.

Beberapa hari setelahnya, penulis mencoba menanyakan aplikasi itu pada beberapa teman. “Masak abang tak tahu Tik Tok,” kata teman itu. Ternyata, sudah ada beberapa teman yang memasang aplikasi itu di ponsel pintarnya. Kembali bertanya soal ‘Aisyah cinta Jamilah’ di Tik Tok. Dua nama ini tentunya berpretensi feminim dan lazim digunakan sebagai nama anak perempuan. “Ada musik latar di Tik Tok, yang liriknya seperti itu bang,” kata teman yang lain menjelaskan. Musik latar ‘Aisyah cinta Jamilah’ ini bergenre musik elektronik. Jika dicari di aplikasi Youtube, ada banyak akun yang mengunggah video musik berjudul ‘Aisyah’ tersebut.

Entah dengan pengguna Tik Tok di negara lain, tapi pengguna Tik Tok di Indonesia luar biasa atau diluar kebiasaan. Dari pengakuan beberapa pengguna Tik Tok, yang ditanyai penulis, mengakui banyak video Tik Tok yang seksi, bahkan terlalu seksi, serta menjurus pada pornoaksi dan pornografi. Misalnya, salah satu video yang dilihat penulis sepasang perempuan, berjoget ria, gayanya sensual, berpakaian minim, meliuk-liuk menunjukkan bentuk tubuh mengikuti musik latar ‘Aisyah cinta Jamilah. Selain video yang berbau pornografi, banyak konten videonya juga cukup negatif terutama untuk anak-anak dan remaja.

Contoh konten lain di Tik Tok adalah fenomena Bowo Alpenlibel. Bocah berstatus pelajar SMP ini, cukup terkenal sebagai artis Tik Tok. Video yang dibuatnya viral, hingga dia terkenal dan fenomenal. Sampai-sampai, dia nekat membuat acara meet and greet, yang mewajibkan orang untuk membayar Rp80.000. Dalam fenonema ini, realitas sosial-siber sesungguhnya kemudian Bowo menjadi korban cyberbullying. Karena banyak komentar netizen yang mencaci, menghinanya. Mirip seperti fenomena Nurrani, yang menyebut dirinya sebagai isteri Iqbaal Ramadhan eks Cowboy Junior. Tapi sepertinya, mereka mulai menikmati ‘keterkenalan’ itu.

Penulis: Fakhrur Rozi, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, FIS, UIN Sumatera Utara

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker